Konservasi Toga Untuk Mewujudkan Tindakan Preventif Diabetes Melitus Pada Masyarakat Di Barus Utara Kecamatan Barus Utara Kab. Tapanuli Tengah
DOI:
https://doi.org/10.35335/lebah.v17i1.48Keywords:
Diabetes Melitus, Tindakan Preventi, Pemberdayaan MasyarakatAbstract
Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan produk makanan selingan sehat berupa puding lidah buaya (Aloe vera) dengan penambahan susu kedelai hitam (Glycine max) sebagai alternatif bagi penderita Diabetes Mellitus (DM) tipe II. Penyakit DM tipe II merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan meningkatnya kadar glukosa darah, sehingga diperlukan makanan yang rendah gula, tinggi serat, dan memiliki indeks glikemik rendah. Lidah buaya dikenal memiliki senyawa bioaktif seperti polisakarida dan antidioksidan yang berpotensi membantu mengatur kadar gula darah. Susu kedelai hitam kaya akan protein nabati, isoflavon, dan serat, sehingga dapat menunjang pengendalian glukosa darah dan meningkatkan nilai gizi puding. Metode penelitian ini meliputi tahap formulasi puding dengan berbagai konsentrasi susu kedelai hitam, pengujian organoleptik (rasa, aroma, tekstur, dan warna) menggunakan skala hedonik, serta analisis kandungan nutrisi (karbohidrat, protein, lemak, serat) dan kadar gula. Produk puding yang dihasilkan diuji untuk menilai tingkat penerimaan konsumen dan kesesuaian gizi bagi penderita DM tipe II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susu kedelai hitam pada puding lidah buaya memberikan peningkatan cita rasa, aroma, dan tekstur, serta menghasilkan puding dengan kadar gula lebih rendah dan serat lebih tinggi dibandingkan puding konvensional. Tingkat penerimaan konsumen terhadap formulasi terbaik mencapai skor tinggi pada pengujian organoleptik, sehingga layak untuk dikonsumsi sebagai makanan selingan sehat. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa puding lidah buaya dengan susu kedelai hitam dapat menjadi alternatif makanan selingan yang sehat, rendah gula, dan tinggi serat untuk penderita DM tipe II. Produk ini diharapkan dapat membantu penderita DM dalam menjaga kadar gula darah, meningkatkan kepatuhan diet, serta menyediakan variasi makanan yang menyenangkan dan bernutrisi.
References
Andriani, W. R., & Hasanah, D. R. N. (2023). Ketidakstabilan Kadar Glukosa Darah Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2). Tirtayasa Medical Journal, 2(2), 77.
Baso, M. C. (2023). DETERMINAN KOMPLIKASI PADA PENDERITA DIABETES MELITUS DI PUSKESMAS MANGASA DAN PUSKESMAS TAMAMAUNG KOTA MAKASSAR= DETERMINANTS OF COMPLICATIONS IN PATIENTS WITH DIABETES MELLITUS AT THE MANGASA AND TAMAMAUNG COMMUNITY HEALTH CENTERS IN MAKASSAR. Universitas Hasanuddin.
Budi, E., Putri, A., & Indriyani, I. (2023). PENGARUH AIR REBUSAN DAUN SAMBILOTO (ANDROGRAPHIS PANICULATA) TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DIABETES MELIITUS DI DUSUN KARANG ANYAR. Semesta Jurnal Keperawatan, 1(2), 13–19.
Dafriani, P., Herlina, A., & Yatni, H. (2018). Pengaruh Rebusan Daun Salam Terhadap Penurunan Kadar Gula Darah Pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Alai Padang Tahun 2018. Jurnal Kesehatan Saintika Meditory, 1(1), 53–63.
Darmawan, T. C. (2021). PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DIABETES MELLITUS TIPE I PADA HEWAN MENCIT (MUS MUSCULUS). Jurnal Keperawatan, 10(1), 1–8.
Fadlilah, S., Sucipto, A., Rahil, N. H., & Sumarni, S. (2020). Daun Sirsak (Annona Muricata L.) Efektif Menurunkan Kadar Gula Darah. Media Kesehatan Masyarakat Indonesia, 16(1), 15–25.
Fatimah, R. N. (2015). Diabetes melitus tipe 2. Jurnal Majority, 4(5), 93–101.
Irmawati, N. E., Indarti, D., Komsiyah, K., & Marahayu, M. (2022). Pengaruh Penerapan Rebusan Daun Salam terhadap Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Desa Kopek Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(6), 1945–1955.
Lathifah, N. L. (2017). Hubungan durasi penyakit dan kadar gula darah dengan keluhan subyektif penderita diabetes melitus. Jurnal Berkala Epidemiologi, 5(2), 231–239.
Mansyah, B. (2021). Sistematik Review: Faktor Resiko Obesitas terhadap Diabetes Mellitus Tipe 2 pada Remaja: Systematic Review: Obesity Risk Factors for Type 2 Diabetes Mellitus in Adolescent. Jurnal Surya Medika (JSM), 7(1), 233–242.
Mongkau, L. K., Langi, F., & Kalesaran, A. F. C. (2022). Studi ekologi prevalensi diabetes melitus dengan stroke di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 6(2), 1156–1162.
Riskawaty, H. M. (2022). Penyuluhan kesehatan: identifikasi resiko diabetes melitus pada remaja di sma 8 kota mataram nusa tenggara barat tahun 2022. Jurnal Lentera, 2(1), 185–192.
Riskawaty, H. M., heny Rispawaty, B., & Arifin, Z. (2022). PENYULUHAN KESEHATAN DIABETES MELLITUS DAN IDENTIFIKASI RESIKO DIABETIK FOOT ULCER DI DUSUN BON JERUK WILAYAH KERJA PUSKESMAS AMPENAN TAHUN 2022. Jurnal LENTERA, 2(2), 250–257.
Salisa, I. (2023). Gambaran Pola Makan, Pola Istirahat, Pola Aktivitas Dan Pengelolaan Stres Pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 Di Kelurahan Mondokan Wilayah Kerja Puskesmas Tuban. Jurnal Multidisiplin Indonesia, 2(9), 2435–2444.
Saputra, I., Esfandiari, F., Marhayuni, E., & Nur, M. (n.d.). Body Mass Index with Hb-A1c Levels in Type II Diabetes Mellitus Patients. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 9(2), 597–603.
Setiawan, M. (2021). Sistem endokrin dan diabetes mellitus. UMMPress.
Taufan Citra Darmawan, T. C. (2021). PENGARUH PEMBERIAN AIR REBUSAN DAUN JAMBU BIJI (PSIDIUM GUAJAVA) TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH DIABETES MELLITUS TIPE I PADA HEWAN MENCIT (MUS MUSCULUS)(Effect Of Guava’s Boiled Water (Psidium Guajava) On Blood Glucose Levels Of Diabetes Mellitus Type I In Mice (Mus Musculus)). William Booth Nursing Journal, 10(1), 1–8.
Veridiana, N. N., & Nurjana, M. A. (2019). Hubungan perilaku konsumsi dan aktivitas fisik dengan diabetes mellitus di Indonesia. Buletin Penelitian Kesehatan, 47(2), 97–106.
Wigati, R. A. E., & Rukmi, D. K. (2021). Pengaruh Rebusan Air Daun Salam (Zysygium Polyanthum) Terhadap Penurunan Kadar Glukosa Darah Penderita Diabetes Mellitus Tipe II. Jurnal Keperawatan Notokusumo, 9(2), 41–51.
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2023 Dedi Mizwar Tarihoran

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

