National defense policy based on readiness against non-military threat
DOI:
https://doi.org/10.35335/lebah.v18i4.361Keywords:
China Manuver, Indo-Pacific, Indonesia Defense, Quad Policy, Region SecurityAbstract
Penelitian ini membahas urgensi implementasi dan penerapan sistem pertahanan rakyat semesta sebagai pendekatan adaptif dan strategis dalam memperkuat ketahanan nasional Indonesia di tengah ancaman multidimensi yang semakin kompleks dan dinamis. Ancaman terhadap keamanan negara saat ini tidak hanya berasal dari aspek militer yang bersifat fisik, tetapi juga mencakup serangan siber, disinformasi, pandemi, sabotase ekonomi, dan perubahan iklim. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka terhadap literatur ilmiah, dokumen kebijakan pertahanan negara, serta praktik internasional. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi pertahanan rakyat semesta di Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, seperti lemahnya koordinasi lintas sektor, tumpang tindih regulasi, keterbatasan anggaran, dan rendahnya literasi pertahanan masyarakat. Keberhasilan sistem ini sangat bergantung pada keterlibatan aktif seluruh elemen Mengingat bahwa bangsa terdiri atas elemen pemerintah, sektor swasta, komunitas akademik, dan masyarakat sipil, maka penguatan sistem pertahanan nasional memerlukan pendekatan kolaboratif lintas sektor. Untuk menjawab tantangan tersebut, penelitian ini merekomendasikan lima langkah strategis yang saling melengkapi. Pertama, diperlukan pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan pertahanan guna menciptakan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan responsif terhadap dinamika ancaman kontemporer. Kedua, peningkatan kapasitas sumber daya manusia menjadi prasyarat utama melalui pendidikan, pelatihan, serta rekrutmen berbasis kompetensi. Ketiga, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam aktivitas operasional sehari-hari diharapkan dapat mempercepat proses pengambilan keputusan dan meningkatkan efisiensi sistem pertahanan. Keempat, transformasi budaya kerja harus dilakukan melalui pengurangan struktur hierarki yang berlebihan serta penerapan sistem merit dalam pembinaan karier aparatur pertahanan. Kelima, penguatan dukungan anggaran dan komitmen politik yang proporsional setara dengan negara-negara lainmerupakan landasan keberlanjutan pembangunan pertahanan jangka panjang.
References
Acharya, A. (2023). Constructing Global Order: Agency and Change in World Politics. Cambridge University Press.
Ahronheim, A. (2022). Youth military preparedness in Israel: Lessons from conscription culture. Middle East Defense Review, 27(2), 112–126.
Barnea, S., & Harel, Y. (2021). Civic-military engagement in Israel's resilience strategy. Journal of Strategic Studies, 44(3), 410–428.
Bergmann, J., & Müller, P. (2021). Learning to build resilience: The EU and the comprehensive approach to external crises. Journal of Common Market Studies, 59(6), 1347–1363. https://doi.org/10.1111/jcms.13192
Boin, A., Ekengren, M., & Rhinard, M. (2022). The EU as a crisis manager: Patterns and prospects. Cambridge University Press.
Chertoff, M., & Simon, T. (2021). The impact of deepfakes on democracy and security. Journal of Cyber Policy, 6(1), 20–39. https://doi.org/10.1080/23738871.2021.1912819
Ericson, M., Wester, M., & Hammar, L. (2023). Sweden’s Total Defence strategy: From vision to implementation. Defense & Security Analysis, 39(1), 41–59. https://doi.org/10.1080/14751798.2023.2161910
Gillespie, M., & O'Loughlin, B. (2020). Strategic narratives in the age of disinformation. International Affairs, 96(6), 1461–1480. https://doi.org/10.1093/ia/iiaa169
Jensen, J. (2021). Nordic security governance and the role of interagency coordination. Security Dialogue, 52(5), 399–416. https://doi.org/10.1177/0967010621995654
Kavakli, K. C., & Zhu, B. (2023). Resilience in authoritarian states: COVID-19 and beyond. Political Science Quarterly, 138(1), 115–140.
Kivimaa, P., Boon, W., Hyysalo, S., & Klerkx, L. (2020). Towards a typology of intermediaries in sustainability transitions: A systematic review. Environmental Innovation and Societal Transitions, 36, 250–270. https://doi.org/10.1016/j.eist.2020.07.001
Larsson, M. (2021). Building civilian preparedness for hybrid threats: Sweden’s evolving model. European Security, 30(2), 280–298. https://doi.org/10.1080/09662839.2021.1885936
Murfi, A., Pramudito, A., & Santosa, H. (2024). Evaluasi kebijakan pertahanan semesta Indonesia: Perspektif kelembagaan dan anggaran. Jurnal Ketahanan Nasional, 30(1), 55–74.
Nesvetailova, A., & Palan, R. (2021). Sabotage: The Hidden Nature of Finance. Penguin Random House.
Prakash, A., Wahyudi, A., & Thio, K. (2023). Rethinking cyber defense policies in ASEAN: Challenges and frameworks. Asia-Pacific Journal of International Affairs, 5(1), 77–95. https://doi.org/10.1080/25741292.2023.2204011
Rainey, J., Allen, K., & Stenner, J. (2021). Digital infrastructure and strategic autonomy: The Nordic experience. Defence Studies, 21(4), 380–402.
Raska, M., & Bitzinger, R. A. (2022). Security and defence transformation in small states: The case of Singapore. The RUSI Journal, 167(1), 76–90. https://doi.org/10.1080/03071847.2022.2028875
Setyawan, D., & Rahardjo, T. (2022). Pendidikan bela negara dalam perspektif ketahanan nasional. Jurnal Pertahanan Indonesia, 8(2), 123–139.
UN Peacekeeping. (2022). Annual Report: United Nations Peacekeeping Operations. https://peacekeeping.un.org
Wadjdi, F., Yulianti, N., & Rahmatullah, A. (2024). Kesiapsiagaan pertahanan masyarakat sipil terhadap ancaman siber. Jurnal Pertahanan Siber Indonesia, 3(1), 1–20.
Wang, X., & Xu, Y. (2022). Artificial Intelligence and national security: A comparative perspective. Journal of Strategic and Defense Studies, 4(3), 201–225.
Wong, A., Tan, C. H., & Lim, J. (2023). Building ASEAN’s resilience: A roadmap for collaborative security. Asia Security Review, 18(2), 145–166.
Wrange, P., Ekholm, D., & Löfgren, O. (2024). Civil-military synergy in Sweden’s Totalförsvar model. Scandinavian Journal of Military Studies, 7(1), 88–105. https://doi.org/10.31374/sjms.2024.03
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Setyo Hani Susanto, Asep Adang Supriyadi, Faonaso Harefa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

